Minggu, 27 Februari 2011

Tanggung Jawab Kepada Konsumen


Tanggung Jawab Kepada Konsumen
                Seperti berita yang santer saat ini adalah susu formula untuk anak bayi dan balita mengandung zat berbahaya. Sebagai konsumen yang awam akan pengetahuan akan kesehatan, mungkin konsumen tidak terlalu perduli akan adanya zat tersebut di dalam susu formula. Saat ini waktu Pemerintah yang bertindak. Hal ini karena, semua makanan dan minuman yang beredar dan di konsumsi oleh masyarakat luas harus memenuhi prosedur ke balai kesehatan BPOM dan diuji juga di Departemen Kesehatan.
Menurut saya ada dua tanggung jawab dalam kasus ini :
1.       Cara Konsumerisme menjamin tanggung jawab terhadap pelanggan
Tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan didorong tidak hanya oleh perusahaan tetapi juga  oleh kelompok konsumen tertentu. Konsumerisme mewakili permintaan kolektif pelanggan di mana bisnis memenuhi kebutuhan mereka.
2.       Cara pemerintah menjamin tanggung jawab terhadap pelanggan
Sebagai tambahan dari kode tanggung jawab perusahaan dan gelombang konsumerisme, pemerintah cenderung menjamin tanggung jawab kepada pelanggan dengan berbagai hokum atas keamanan produk, iklan, dan kompetisi industry.
Disini pemerintah harus lebih tegas memberikan :
a.       peraturan tentang  keamanan Produk yang dikonsumsi.
Pemerintah melindungi konsumen dengan memberikan peraturan atas beberapa produk perusahaan. Misalnya, BPOM bertanggung jawab untuk mengetes produk makanan dan minuman untuk menentukan apakah produk tersebut memenuhi syarat atau tidak. BPOM juga menguji obat-obatan baru yang dikembangkan perusahaan. Karena potensi efek samping tidak bisa segera diketahui, BPOM menguji beberapa obat secara kontinu dalam beberapa tahun setelah itu di uji kembali di Departemen Kesehatan. Setelah produk tersebut dinyatakan aman, baru produk tersebut siap untuk di konsumsi kepada masyarakat luas.
b.      Peraturan mengenai Periklanan
Pemerintah juga harus menciptakan hokum yang melarang iklan yang menyesatkan. Namum masih juga belum bisa melindungi semua pihak bisnis yang tidak etis. Beberapa contoh periklanan dapat dikatakan menyesatkan, sangat sulit mengetahui apabila suatu produk tersebut baru dan diperbaharui. Tambahan pula, kondisi seperti “ harga terendah” dapat mempunyai arti atau interpretasi berbeda.
c.       Peraturan Pemerintah mengenai kompetisi Industri
Cara lain di mana pemerintah menjamin bahwa konsumen diperlakukan sebagaimana mestinya yaitu dengan mempromosikan persaingan dalam hampir seluruh industry. Persaingan antar-perusahaan menguntungkan pelanggan, karena perusahaan yang memberikan harga terlalu berlebihan atau memproduksi barang yang kualitasnya tidak dapat diterima tidak akan bertahan dalam lingkungan persaingan. Karena persaingan konsumen dapat menghindari perusahaan yang menggunakan taktik penjualan yang menyesatkan.
Dengan begitu menurut saya produk-produk yang layak dikonsumsi aman.


Karya : SRI PRIHATIN
Tema : Keamanan Produk Bagi Konsumen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar